Indonesia termasuk salah satu negara
penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Karena rempah-rempah itu pula
lah Indonesia pernah di jajah negara lain. Sebenarnya apa sih yang
dimaksud rempah-rempah itu ?
Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan
yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di
makanan sebagai pengawet atau penambah rasa dalam masakan. Rempah-rempah
biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang
mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.
Rempah-rempah merupakan barang dagangan
paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya
digunakan dalam pengobatan, tetapi sekarang ini berkurang.
Rempah-rempah adalah salah satu alasan
mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.
Rempah-rempah ini pula yang menyebabkan Belanda kemudian menyusul ke
Maluku, sementara Spanyol di bawah pimpinan Columbus telah lebih dahulu
mencari jalan ke Timur melalui jalan lain dan akhirnya malah mendarat di
benua Amerika.
Tak kenal maka tak sayang, begitu kata
pepatah. Barangkali saja banyak disekitar kita tanaman yang berguna
namun karena tak mengenal kegunaannya maka menjadi sesuatu yang tak
bermanfaat. Karenanya, sekarang mari kita mengenal beberapa tanaman
rempah dan obat Indonesia.
|
CENGKEH
Cengkih (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkih ditanam terutama di Indonesia (Kepulauan Banda) dan Madagaskar; selain itu juga dibudidayakan di Zanzibar, India, dan Sri Lanka. Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara. Pohon cengkih merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m, mempunyai daun
berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada
awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar.
Cengkih akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm.
Minyak esensial dari cengkih mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Minyak cengkih sering digunakan untuk menghilangkan bau napas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkih yang bernama eugenol, digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Minyak cengkih juga digunakan dalam campuran tradisional chōjiyu (1% minyak cengkih dalam minyak mineral; "chōji" berarti cengkih; "yu" berarti minyak) dan digunakan oleh orang Jepang untuk merawat permukaan pedang mereka.
PALA

Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri
pada daging buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji
akan terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah
menghasilkan satu biji berwarna coklat.
Pala dipanen biji, salut bijinya (arillus), dan daging buahnya. Dalam perdagangan, salut biji pala dinamakan fuli, atau dalam bahasa Inggris disebut mace, dalam istilah farmasi disebut myristicae arillus atau macis). Daging buah pala dinamakan myristicae fructus cortex.
Panen pertama dilakukan 7 sampai 9 tahun setelah pohonnya ditanam dan
mencapai kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat
mencapai 20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun.
Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari
fulinya. Pengeringan ini memakan waktu enam sampai delapan minggu.
Bagian dalam biji akan menyusut dalam proses ini dan akan terdengar bila
biji digoyangkan. Cangkang biji akan pecah dan bagian dalam biji dijual
sebagai pala.
Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai
penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman
penyegar (seperti eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.
KAYU MANIS
Kulit manis atau lebih dikenal dengan nama yang kurang tepat kayu manis (Cinnamomum verum, synonym C. zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah.
Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan
pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah ke dalam makanan yang
dibakar manis, anggur panas. Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.
Tinggi tanaman ini dapat mencapai 15 meter.
Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, lanset, warna daun
muda merah pucat setelah tua berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai,
tumbuh di ketiak daun, warna kuning. Buah buni, buah muda berwarna hijau
dan setelah tua berwarna hitam. Tanaman ini memiliki akar tunggang.
LADA
Lada hitam (Piperis nigri Fructus) atau Lada putih (Piperis albae Fructus). Merupakan anaman herba tahunan, memanjat. Batang
bulat, beruas, bercabang, mempunyai akar pelekat, warna hijau kotor.
Daun tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung, ujung runcing, tepi
rata, panjang 5-8 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna hijau.
Bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjang 3,5-22 cm, warna
hijau. Buah buni, bulat, buah muda berwarna hijau dan setelah tua
berwarna merah.
ADAS
Adas atau Adas Pedas (Foeniculum vulgare Miller) merupakan satu dari sernbilan
tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia
telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat.
Tumbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m
di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran
tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya
kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan
Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu
rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan,
beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun
berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit,
bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna
putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi.
Kapulaga (Amomum cardamomum) selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan juga lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Di beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol, palago, karkolaka, dan lain-lain. Nama asing kapulaga adalah pai thou kou (bahasa Tionghoa). Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian di-Latinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi, dan elakkaai dalam bahasa Tamil. Semula ditemukan tumbuh alamiah di daerah Pegunungan Malabar, pantai barat India. Karena laku di pasar dunia, kemudian banyak ditanam di Sri Lanka, Thailand, dan Guatemala. Di Indonesia mulai dibudidayakan sejak 1986. Dalam perdagangan kemudian ditawarkan juga varietas kapulaga lain dari pegunungan tinggi Mysore (India) yang buah lonjongnya lebih membulat, dan lebih disukai karena lebih sedap. Berbeda dengan kapulaga Malabar yang tandan bunganya merayap, tandan bunga kapulaga Mysore tumbuh tegak. Dari Sri Lanka ditawarkan Elettaria cadamomum var. major sebagai Ceylon cardamom. Buahnya lebih lebar dan pipih daripada kapulaga Malabar, E. cardamomum var. minor.
Dari Thailand, kemudian juga ditawarkan Siamese cardamom yang masih sejenis dengan kapulaga Indonesia , Amomum cardamomum. Habitus ; semak, tinggi 2-4 m, Batang ; semu, bulat, beruas, masif, batang di dalam tanah membentuk rimpang, hijau pucat, Daun ; tunggal, berseling, lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal meruncing, panjang 50-100 cm, lebar 10-15 cm, pertulangan melengkung, halus, hijau, Bunga ; majemuk, bentuk malai, di pangkal batang, tangkai pipih, panjang 20-30 cm, putih, kelopak bentuk corong, halus, kuning, benang sari silindris, panjang 5-7 mm, putih, kepala sari bulat, kuning, tangkai putik silindris, panjang 0,5-1 cm, coklat, mahkota berbagi, putih, Buah ; buni, bulat, diameter 1-1,5 cm, putih, Biji ; bulat, diameter 2-3 mm, hitam, Akar ; serabut, putih kotor, Kandungan kimia ; daun dan buah Elettaria cardamomum mengandung saponin, di samping itu daunnya juga mengandung polifenol, buah dan rimpangnya mengandung flavonoida dan minyak atsiri
Tumbuhan berupa herba tahunan, tingginya dapat mencapai 1 -5 meter. Tumbuh bergerombol, membentuk banyak anakan. Batang semu yang tersusun oleh pelepah- pelepah daun, berbentuk silindris, berwarna hijau. Umbi batang agak besar dan gemuk. Daun tunggal, tersebar, berwarna hijau.tua. Helai daun licin atau agak berbulu, berbentuk lanset atau tombak, dengan pangkal dan ujung runcing, dan tepi daun rata. Panjang daun sekitar 30- 60 cm, dan lebarnya 10-12 cm. Pertulangan menyirip. Tangkai daun sangat pendek. Panjang pelepah dan tangkai daun sekitar 1-1,5 meter. Antara palepah dan helai daun terdapat lidah yang ujungnya tumpul, panjang sekitar 0,5 cm.
Perbungaan berupa bulir (bongkol) yang kecil terletak di ujung batang, berwarna putih atau putih kekuningan. Tangkai bunga muncul dari umbi batang, menjuntai, ramping. Kelopak panjang, lebih kurang 1-1,5 cm, berbulu, berwarna hijau.
Bunga berwarna putih.bergaris-garis lembayung, dengan warna kemerah-merahan di bagian tengahnya. Mahkota berbentuk tabung, panjang 1-1,5 cm, berwarna putih atau putih kekuningan. Taju biasanya lebih panjang dari tabungnya. Bibir bunga berwarna biru berlajur putih, tepinya kuning. Benang sari panjangnya 1-1,5 cm, kepala sari bentuk elips, panjang sekitar 2 mm. Tangkai putik tidak berbulu, kepala putik berbulu, berbentuk mangkok.
Buahnya berupa buah kotak, terdapat, dalam tandan kecil-kecil dan pendek. Buah bulat memanjang, berlekuk, bersegi tiga, agak pipih, kadang-kadang berbulu, berwarna putih kekuningan atau kuning kelabu. Buah beruang 3, setiap ruang dipisahkan oleh selaput tipis setebal kertas. Tiap ruang berisi 5-7 biji kecil-kecil, berwarna coklat atau hitam, beraroma harum yang khas. Dalam ruang biji-biji ini tersusun memanjang 2 baris, melekat satu sama lain. Akar serabut, berwarna putih kotor. Rimpang bulat panjang, bercabang simpodial, berwarna putih kekuningan. Pada awalnya cabang-cabang rimpang ini dibungkus oleh sisik-sisik yang pendek. Semua bagian dari tumbuhan ini berbau harum.
Perbungaan tersusun sebagai bunga payung
majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0
em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar
dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4
mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak
kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda
tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila
dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas,
yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering.
Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam
industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan
sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan
mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan
kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan
dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.
KAPULAGA
Kapulaga (Amomum cardamomum) selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan juga lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Di beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol, palago, karkolaka, dan lain-lain. Nama asing kapulaga adalah pai thou kou (bahasa Tionghoa). Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian di-Latinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi, dan elakkaai dalam bahasa Tamil. Semula ditemukan tumbuh alamiah di daerah Pegunungan Malabar, pantai barat India. Karena laku di pasar dunia, kemudian banyak ditanam di Sri Lanka, Thailand, dan Guatemala. Di Indonesia mulai dibudidayakan sejak 1986. Dalam perdagangan kemudian ditawarkan juga varietas kapulaga lain dari pegunungan tinggi Mysore (India) yang buah lonjongnya lebih membulat, dan lebih disukai karena lebih sedap. Berbeda dengan kapulaga Malabar yang tandan bunganya merayap, tandan bunga kapulaga Mysore tumbuh tegak. Dari Sri Lanka ditawarkan Elettaria cadamomum var. major sebagai Ceylon cardamom. Buahnya lebih lebar dan pipih daripada kapulaga Malabar, E. cardamomum var. minor.
Dari Thailand, kemudian juga ditawarkan Siamese cardamom yang masih sejenis dengan kapulaga Indonesia , Amomum cardamomum. Habitus ; semak, tinggi 2-4 m, Batang ; semu, bulat, beruas, masif, batang di dalam tanah membentuk rimpang, hijau pucat, Daun ; tunggal, berseling, lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal meruncing, panjang 50-100 cm, lebar 10-15 cm, pertulangan melengkung, halus, hijau, Bunga ; majemuk, bentuk malai, di pangkal batang, tangkai pipih, panjang 20-30 cm, putih, kelopak bentuk corong, halus, kuning, benang sari silindris, panjang 5-7 mm, putih, kepala sari bulat, kuning, tangkai putik silindris, panjang 0,5-1 cm, coklat, mahkota berbagi, putih, Buah ; buni, bulat, diameter 1-1,5 cm, putih, Biji ; bulat, diameter 2-3 mm, hitam, Akar ; serabut, putih kotor, Kandungan kimia ; daun dan buah Elettaria cardamomum mengandung saponin, di samping itu daunnya juga mengandung polifenol, buah dan rimpangnya mengandung flavonoida dan minyak atsiri
Tumbuhan berupa herba tahunan, tingginya dapat mencapai 1 -5 meter. Tumbuh bergerombol, membentuk banyak anakan. Batang semu yang tersusun oleh pelepah- pelepah daun, berbentuk silindris, berwarna hijau. Umbi batang agak besar dan gemuk. Daun tunggal, tersebar, berwarna hijau.tua. Helai daun licin atau agak berbulu, berbentuk lanset atau tombak, dengan pangkal dan ujung runcing, dan tepi daun rata. Panjang daun sekitar 30- 60 cm, dan lebarnya 10-12 cm. Pertulangan menyirip. Tangkai daun sangat pendek. Panjang pelepah dan tangkai daun sekitar 1-1,5 meter. Antara palepah dan helai daun terdapat lidah yang ujungnya tumpul, panjang sekitar 0,5 cm.
Perbungaan berupa bulir (bongkol) yang kecil terletak di ujung batang, berwarna putih atau putih kekuningan. Tangkai bunga muncul dari umbi batang, menjuntai, ramping. Kelopak panjang, lebih kurang 1-1,5 cm, berbulu, berwarna hijau.
Bunga berwarna putih.bergaris-garis lembayung, dengan warna kemerah-merahan di bagian tengahnya. Mahkota berbentuk tabung, panjang 1-1,5 cm, berwarna putih atau putih kekuningan. Taju biasanya lebih panjang dari tabungnya. Bibir bunga berwarna biru berlajur putih, tepinya kuning. Benang sari panjangnya 1-1,5 cm, kepala sari bentuk elips, panjang sekitar 2 mm. Tangkai putik tidak berbulu, kepala putik berbulu, berbentuk mangkok.
Buahnya berupa buah kotak, terdapat, dalam tandan kecil-kecil dan pendek. Buah bulat memanjang, berlekuk, bersegi tiga, agak pipih, kadang-kadang berbulu, berwarna putih kekuningan atau kuning kelabu. Buah beruang 3, setiap ruang dipisahkan oleh selaput tipis setebal kertas. Tiap ruang berisi 5-7 biji kecil-kecil, berwarna coklat atau hitam, beraroma harum yang khas. Dalam ruang biji-biji ini tersusun memanjang 2 baris, melekat satu sama lain. Akar serabut, berwarna putih kotor. Rimpang bulat panjang, bercabang simpodial, berwarna putih kekuningan. Pada awalnya cabang-cabang rimpang ini dibungkus oleh sisik-sisik yang pendek. Semua bagian dari tumbuhan ini berbau harum.
JINTAN PUTIH
Jintan putih (cuminum cyminum) dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk memasak. Disamping itu, biji jintan putih juga digunakan sebagai pelengkap ramuan obat-obatan tradisional. Biji jintan putih memiliki aroma yang harum dan menarik. Jintan putih dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti misalnya di daerah india utara dekat kaki pegunungan himalaya. Di indonesia meskipun dapat tumbuh, tetapi pada umumnya kurang baik. Jintan putih mempunyai batang kayu dan daunnya bersusun melingkar dan bertumpuk. Daun jintan putih mempunyai pelepah daun seperti ranting-ranting kecil. Bentukdaun jintan putih tidak berwujud lembaran, tetapi lebih mirip benang-benang kaku dan pendek. Warna dominan tumbuhan ini hijau dan bunganya berukuran kecil berwarna kuning tua ditopang oleh tangkai yang agak panjang.
Play Sultan Casino | Shootercasino
BalasHapusSultan Casino 인카지노 is a game which is designed for all levels of 제왕 카지노 players 메리트 카지노 쿠폰 who want to experience the exciting world of Asia and also the South East. This casino games